Syekh Muhammad Umar Bashri, yang dikenal sebagai Syaikhuna Fauzan atau Mama Fauzan, adalah tokoh ulama terkemuka dan pendiri Pondok Pesantren Fauzan di Sukaresmi, Garut. Beliau lahir pada tahun 1884 Masehi sebagai putra dari Syekh Muhammad Adzro'i dan Ambu Ijoh Khodijah. Kakek buyutnya, Raden Puspadirana, memiliki garis keturunan yang tersambung hingga Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati.
Sebelum dikenal sebagai Pesantren Fauzan, lembaga ini awalnya bernama Pesantren Pasir Bokor yang didirikan oleh KH Hasan. Pada tahun 1910, setelah kembali dari menuntut ilmu di Tanah Suci Makkah, Syekh Muhammad Umar Bashri mengambil alih kepemimpinan pesantren dan mengganti namanya menjadi Pondok Pesantren Fauzan. Nama "Fauzan" dipilih karena berarti "dua kebahagiaan", dengan harapan para santri mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Di bawah kepemimpinan Syekh Muhammad Umar Bashri, Pesantren Fauzan mengalami perkembangan pesat. Beliau berhasil mendidik sekitar 500 santri, banyak di antaranya menjadi ulama besar dan pendiri pesantren di berbagai daerah di Pasundan. Beberapa murid terkenal antara lain KH Ahmad Syathibi Al-Qonturi (Mama Gentur), KH Muhammad Yusuf Galumpit, KH Syarifuddin Tasikmalaya, dan KH Masykur yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia pada periode 1947-1949.
Selain fokus pada pendidikan agama, Syekh Muhammad Umar Bashri juga berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau membentuk pasukan bernama Daf'ussial yang dipimpin oleh putranya, KH Muhammad Ishaq atau Aceng Sasa. Pasukan ini terdiri dari sekitar 40.000 anggota yang berjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang. Berkat upaya mereka, kegiatan pengajian di pesantren tetap berjalan tanpa gangguan, bahkan dua prajurit Jepang memutuskan masuk Islam dan menjadi santri di Pesantren Fauzan.
Syekh Muhammad Umar Bashri wafat pada tahun 1932 dalam usia 48 tahun dan dimakamkan di kompleks makam keluarga Pesantren Fauzan. Warisan beliau terus dilanjutkan oleh keturunannya, menjadikan Pesantren Fauzan sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan berpengaruh di Garut. Hingga kini, pesantren ini tetap konsisten dalam mengajarkan kitab kuning dan telah mengembangkan lembaga pendidikan formal seperti SMP, MA, dan SMK di bawah naungan Yayasan Fauzaniyyah.
Posting Komentar