KH. Aceng Aum Umar Fahmi Macan LBM Garut

KH Aceng Aum Umar Fahmi adalah seorang ulama muda yang berperan aktif dalam pengembangan dan penyebaran ilmu agama di tanah Pasundan, khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Beliau lahir sebagai putra dari KH Aceng Muhammad Ali, wakil pimpinan Pondok Pesantren Fauzan di Sukaresmi, Garut, dan Hj. Akay, yang merupakan putri dari ulama besar asal Singajaya, KH Abdal Adzim, pendiri Pondok Pesantren Sarongge.

Pendidikan agama KH Aceng Aum dimulai di Pesantren Fauzan, di mana beliau dididik langsung oleh ayahnya. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Fauzaniyyah pada tahun 2005, beliau melanjutkan studi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Di sana, beliau dikenal sebagai lulusan terbaik melalui seleksi ketat di lembaga-lembaga di bawah naungan pesantren tersebut.

Setelah menamatkan pendidikan di Bahrul Ulum, KH Aceng Aum melanjutkan studi S1 di bidang Tafsir-Hadits di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama masa kuliah, beliau juga menimba ilmu di Pesantren Darus Sunnah, Ciputat, di bawah bimbingan almarhum Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya'qub, MA, seorang tokoh hadits terkemuka di Indonesia. Saat ini, beliau tengah menyelesaikan studi magister dalam bidang Hadits dan Tradisi Kenabian di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain fokus pada pendidikan, KH Aceng Aum aktif dalam organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU). Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Garut dan rutin mengisi kajian keagamaan di berbagai majelis dan pesantren di Garut dan sekitarnya. Beliau juga dikenal sebagai pembina pengajian NU MWC Sukaresmi yang diadakan setiap hari Sabtu, yang banyak dihadiri oleh para ajengan dan alumni dari Kecamatan Sukaresmi dan daerah sekitarnya.

Pada tanggal 29 Januari 2022, di usia 32 tahun, KH Aceng Aum mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Neneng Rohanah, seorang perempuan asal Bekasi, Jawa Barat.

Dalam berbagai kesempatan, KH Aceng Aum menekankan pentingnya rasa hormat dan terima kasih kepada guru. Beliau menyatakan bahwa orang yang paling bodoh adalah mereka yang tidak tahu berterima kasih kepada gurunya, karena melalui gurulah seseorang mengenal Allah dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, beliau juga aktif dalam menyampaikan kajian-kajian keagamaan melalui berbagai platform, termasuk YouTube, di mana beliau membahas berbagai topik seputar ilmu agama dan kehidupan sehari-hari.

Dedikasi KH Aceng Aum Umar Fahmi dalam dunia pendidikan dan dakwah menjadikannya salah satu ulama muda yang berpengaruh di wilayahnya, dengan harapan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat Islam pada umumnya.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama