Pendahuluan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk tadarus Al-Qur'an. Tadarus berasal dari kata "darasa" yang berarti membaca, memahami, dan mengamalkan. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU), tadarus Al-Qur'an bukan hanya sebatas membaca, tetapi juga mengkaji makna serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.Dalil Keutamaan Tadarus Al-Qur'an
Keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur'an sangat ditekankan dalam Islam, terutama di bulan Ramadhan. Berikut beberapa dalil yang menjadi dasar tradisi tadarus:
1. Al-Qur'an Diturunkan di Bulan Ramadhan
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menunjukkan hubungan erat antara Ramadhan dan Al-Qur'an, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur'an di bulan ini.
2. Rasulullah SAW Tadarus Bersama Jibril
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Jibril menemui Nabi setiap malam di bulan Ramadhan untuk mengulangi (mudarasah) Al-Qur'an bersamanya."
Hadis ini menjadi dasar bagi ulama NU dalam menganjurkan tadarus berjamaah, karena mengikuti sunnah Nabi yang bertadarus bersama Jibril.
3. Setiap Huruf Mendapat Pahala Berlipat Ganda
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)
Di bulan Ramadhan, pahala ini semakin berlipat ganda, sehingga membaca Al-Qur'an menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan.
Pandangan Ulama NU tentang Tadarus Al-Qur'an
Ulama NU menekankan pentingnya tadarus Al-Qur'an dengan berbagai pendekatan:
1. Tadarus Berjamaah di Masjid dan Pesantren
KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim menekankan pentingnya kebersamaan dalam belajar Al-Qur'an. Tradisi tadarus berjamaah di masjid dan pesantren sudah menjadi budaya khas NU.
2. Mengutamakan Tajwid dan Makna
KH. Ali Maksum Krapyak dalam kitab Hidayatul Mustafid mengingatkan bahwa membaca Al-Qur'an harus dengan tajwid yang benar. Tadarus bukan hanya membaca cepat untuk khatam, tetapi juga memperhatikan makna ayat agar lebih memahami pesan Allah.
3. Tadarus sebagai Syiar Islam
KH. Ahmad Siddiq Jember menekankan bahwa tadarus di bulan Ramadhan merupakan syiar Islam yang harus terus dilestarikan. Suara bacaan Al-Qur'an yang bergema dari masjid-masjid adalah bentuk dakwah dan penguatan iman umat Islam.
Kesimpulan
Tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama dalam tradisi NU. Dalil dari Al-Qur'an, hadis, dan pendapat ulama NU menunjukkan bahwa membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an di bulan suci ini memiliki keutamaan besar. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak tadarus Al-Qur'an, baik secara pribadi maupun berjamaah.
Posting Komentar